Beranda » Artikel » Pelumas yang Aman untuk Industri Minyak Nabati, Tanpa MOSH dan MOAH

Pelumas yang Aman untuk Industri Minyak Nabati, Tanpa MOSH dan MOAH

pelumas yang aman untuk industri minyak nabati

Artikel

Tahukah Anda, dalam produk makanan olahan sering ditemukan minyak mineral? Ini terjadi karena ada kontaminasi dari pelumas mesin yang digunakan oleh industri makanan tersebut. Jika minyak mineral yang terdapat dalam pelumas dapat merusak tubuh, tentu konsumen sangat dirugikan. Itulah pentingnya menggunakan pelumas yang aman untuk industri minyak nabati.

Sayangnya, pelumas mesin yang sering dipakai umumnya mengandung Mineral Oil Saturated Hydrocarbon (MOSH) & Mineral Oil Aromatic Hydrocarbon (MOAH). Zat ini dapat menumpuk di tubuh manusia, sehingga berpotensi mempengaruhi kondisi kesehatan konsumen.

Era modern ini banyak produsen minyak nabati yang sudah memiliki ISO 22000 dan sertifikat HACCP, Hazard Analysis Critical Control Point. Tujuannya agar produk yang dihasilkan aman dikonsumsi dan terhindar dari bahaya kontaminan baik secara fisik, kimia dan biologi. Penggunaan pelumas yang aman untuk industri minyak nabati ini tentu saja dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap produknya.

Pelumas yang Aman untuk Industri Minyak Nabati
Demi meningkatkan kepercayaan pelanggan, maka produsen makanan perlu beralih dari pelumas berbasis oil mineral ke pelumas synthetic H1, yaitu pelumas food grade untuk mesin yang memungkinkan terjadi kontak dengan makanan yang diproduksinya. Adapun tipe base oil yang tidak mengandung MOSH dan MOAH adalah:

  • Polyalphaolefin (PAO)
  • Polyalkylene Glycol (PAG)
  • Ester

Sebagai produsen pelumas khusus, keamanan pangan telah lama menjadi fokus Lubrication Engineers (LE Lubricant). Pakar tribology telah mengembangkan banyak pelumas yang memenuhi standar higienis tertinggi. Pelumas H1 Lubrication Engineers (LE Lubricant) sesuai dengan standar 21 CFR 178,3570 yang dikeluarkan oleh the United States Food and Drug Administration (FDA).

distributor LE Lubricants indonesia

Pelumas yang aman untuk industri minyak nabati ini dirancang untuk kontak insidental dengan produk makanan. Jika terjadi kontak makanan yang tidak dapat dihindari, menurut peraturan FDA, jumlah pelumas dalam makanan tidak boleh melebihi 1 ppm untuk minyak silikon dan 10 ppm untuk semua minyak dasar lainnya. Jumlah yang sangat kecil dari pelumas modern dan inovatif berkinerja tinggi sudah cukup untuk mencapai efek pelumasan yang diinginkan dan dengan demikian mengurangi risiko kontaminasi.

Selain penggunaan pelumas sintetis H1, penggunaan sistem manajemen pelumas yang tepat juga penting dilakukan untuk meminimalkan resiko kontaminasi silang. Sistem ini membantu mencegah situasi pelumasan yang berlebih atau kurang, mencegah kebocoran oli dan melacak konsumsi pelumas untuk memastikan jumlah pelumas yang digunakan tepat.

Tidak lupa bahwa pemilihan pelumas yang tepat dapat mengurangi jumlah pelumas yang digunakan, mengurangi keausan ditambah dengan praktek penanganan pelumas yang baik seperti perubahan desain mekanis pada drip tray dan mencegah pelumas menetes pada produk makanan.

Hemat Secara Total Cost
Ada prasangka umum bahwa pelumas sintetik H1 lebih mahal. Pelumas yang aman untuk industri minyak nabati ini ternyata secara total cost lebih hemat, karena pelumas khusus modern ini dikembangkan untuk aplikasi spesifik dan efisiensinya luar biasa. Juga meningkatkan efektivitas peralatan secara keseluruhan, sekaligus mengurangi risiko kontaminasi makanan.

Pelumas sintetik khusus ini menawarkan potensi keuntungan dengan nilai tambah seperti:

  • Mengurangi konsumsi pelumas
  • Memperpanjang interval pelumasan ulang
  • Penghematan energi berkat interval pelumasan ulang yang optimal
  • Mencegah downtime
  • Mengurangi biaya operasional secara keseluruhan

Sebagai contoh, penggunaan oli gear sintetis H1 menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam efisiensi dan pengurangan keausan. Uji thermal menunjukkan suhu oli yang jauh lebih rendah saat menggunakan oli roda gigi sintetik khusus, yang menunjukkan efisiensi yang jauh lebih tinggi daripada oli roda gigi standar.

Oli roda gigi sintetik berbasis Polyalphaolefin (PAO) menunjukkan koefisien gesekan roda gigi yang jauh lebih rendah daripada oli mineral karena struktur molekulnya yang khusus. Hasilnya, konsumsi energinya berkurang, masa pakai gear box lebih lama dan pengurangan biaya perawatan dapat dicapai.

Eonchemical sebagai distributor LE Lubricant tunggal di Indonesia siap membantu kebutuhan pelumas tanpa kandungan MOSH dan MOAH. Pelumas yang aman untuk industri minyak nabati dan industri makanan minuman. Silakan chat untuk konsultasi.

Konsultasi dengan EON Sekarang

Kami siap mendengar dan memberikan solusi chemicals yang tepat untuk Anda. Konsultasi bersama pakar kami gratis!

Mulai Konsultasi
Gambar CTA

Temukan solusi inovatif untuk industri Anda

Solusi Terkait

Tidak ada solusi terkait.