Beranda » Artikel » Chemical Batubara dan Beberapa Karakter Batubara yang Harus Anda Ketahui

Chemical Batubara dan Beberapa Karakter Batubara yang Harus Anda Ketahui

chemical batubara

Artikel

Inilah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang batubara. Tentang kualitasnya, swabakar, yang menyebabkan plugging, kenaikan kadar air dan nilai kalori, harga chemical batubara,
steaming dan self combustion dan kriteria batubara yang direject.

1. Batubara low rank lebih mudah spon comb dibandingkan batubara high rank

chemical batubara

Sering kita dengar di lapangan bahwa batubara dengan kualitas rendah sangat mudah mengalami swabakar (spon-comb) ketika ditumpuk. Mengapa demikian? Jenis chemical batubara apa yang cocok?

Masalah tersebut disebabkan oleh komponen zat yang terdapat pada batubara, yaitu zat terbang atau volatile matter. Pada volatile matter ini terdapat gas-gas yang mudah terbakar. Jika batubara kontak denga udara maka akan terjadi oksidasi antara kandungan ini dengan oksigen, lalu batubara menghasilkan panas, terakumulasi, hingga akhirnya terbakar sendiri.

Batubara dengan kualitas tinggi memiliki kandungan volatile matter yang rendah, sehingga lebih tidak mudah terbakar.

02. Batubara basah lebih rentan menyebabkan plugging

Batubara yang basah lebih rentan menyebabkan plugging pada corong (chute). Namun hal ini tidak terjadi pada batubara yang jatuh bebas tanpa chute seperti di kebanyakan customer tambang. Biasanya customer PLTU yang lebih sering menggunakan chute untuk memudahkan pemindahan batubara. Batubara basah bisa diakibatkan oleh hujan atau penyemprotan batubara.

Batubara ketika dipindahkan masih memiliki ukuran beragam, mulai dari potongan besar hingga halus seperti pasir. Apabila dalam kondisi basah batubara yang lebih halus mudah menempel pada dinding chute dan mengakibatkan clogging / plugging.

Plugging ini dapat menyebabkan batubara tertumpuk pada chute, terakumulasi hingga penuh dan akhirnya batubara tumpah keluar dari chute. Jika hal ini terjadi maka operator terpaksa menghentikan conveyor dan melakukan pekerjaan tambahan membersihkan chute atau menunggu hingga batubara mengering dan jatuh dengan sendirinya.

Baca artikel Coal Dust Suppressant, chemical batubara untuk mengatasi masalah debu.

3. Kenaikan kadar air pada batubara dapat menurunkan nilai kalori
Kenaikan kadar air pada batubara umumnya dikarenakan faktor eksternal, seperti air hujan. Naiknya kadar air ini menyebabkan nilai kalorinya pun turun.

Nilai kalori adalah energi panas yang dihasilkan ketika batubara dibakar. Jika kadar air meningkat, energi panas yang dihasilkan oleh batubara ketika dibakar akan menurun. Energi yang ada digunakan untuk menguapkan air terlebih dahulu, sehingga lebih sedikit energi yang bisa dimanfaatkan.

Uji tentang analisa batubara sudah diatur dalam ASTM/ISO. Hasilnya, 1 gram batubara yang memiliki kadar air 15% menghasilkan energi panas yang lebih besar dibandingkan batubara yang memiliki kadar air 17%. Hal ini karena kenaikan 2% kadar air dari 1 gram batubara ini (beratnya bertambah 0,02 gram) tidak menghasilkan panas.

4. Cara membandingkan harga chemical batubara

chemicals coal

Penentu utama dari harga suatu chemicals adalah kandungan bahan aktif (active content). Selain bahan atau zat aktif sebagai komponen utama, ada bahan tambahan (additive) seperti pewangi atau pewarna. Semakin tinggi kandungan bahan aktifnya, semakin mahal biaya produksinya.

Karena itu, jika Anda menemukan harga chemical batubara lebih murah, belum tentu lebih hemat karena belum tentu zat aktifnya setara.

Secara total cost, chemicals harga Rp 10.000/Liter dengan batas pengenceran maksimum 1:50 adalah lebih mahal daripada chemicals harga Rp 18.000/Liter, tapi bisa diencerkan hingga 1:250.

Selain kandungan zat aktif, pertimbangan harga chemical batubara juga perlu memperhitungkan kualitas dan technical servicenya.

5. Steaming dan self combustion)

chemical batubara

Steaming adalah proses penguapan air sebelum batubara terbakar. Hal ini ditandai dengan terbentuknya asap putih dari tumpukan batubara, namun belum pekat dan intensitasnya masih sedikit serta temperaturnya belum terlalu tinggi (sekitar 50-60 C). Pada umumnya steaming ini tidak berbau menyengat karena asapnya berasal dari uap air.

Sedangkan batubara yang sudah mulai swabakar ditandai dengan adanya asap putih tebal terkadang berwarna kekuningan (jika sudah parah). Batubara juga sudah berwarna kekuningan atau terlihat bara api. Suhu ketika sudah terjadi swabakar juga tinggi >200 C.

Pada umumnya saat terjadi swabakar akan tercium bau belerang yang menyengat yang berasal dari kandungan Sulfur yang ada pada batubara. Jika swabakar ini terus didiamkan dan tidak segera dilakukan distribusi panas dengan memisahkan bagian yang berasap, maka kebakaran bisa semakin meluas dan menimbulkan nyala api. Inilah mengapa chemical batubara dibutuhkan.

6. Saat terjadi steaming, batubara ditolak masuk Vessel

chemical batubara

Batubara yang akan diekspor dalam jumlah besar ke luar negeri akan dikumpulkan dalam suatu kapal mother vessel. Kapal tongkang dari port site akan membawa batubara ke kapal vessel yang sudah menunggu di tengah laut.

Sebelum batubara dari tongkang dipindahkan ke vessel, batubara akan lebih dulu dicek kondisinya. Pengecekan dilakukan dengan visual dan pengecekan suhu.

Vessel biasanya akan menolak batubara yang steaming atau suhunya sudah mencapai 55 derajat celcius karena merupakan suhu kritis rata-rata batubara yang berpotensi akan terjadi swabakar ketika dibongkar ataupun ketika sudah dimuat dan dibawa dalam vessel.

7. Saat harga batu bara anjlok, treatment chemical batubara semakin dibutuhkan
Saat harga batubara sedang menurun, artinya ada lebih banyak pasokan (supply) daripada permintaan (demand). Dalam kondisi ini akan banyak stok batubara menumpuk di stockpile, sedangkan produksi tambang berjalan terus.

Stok menumpuk ini juga bisa terjadi ketika sedang cuaca buruk, sehingga tongkang tidak diizinkan berlayar. Kondisi stok batubara menumpuk ini akan menimbulkan beberapa masalah baru akibat terpapar langsung dengan oksigen seperti swabakar. Dan tumpukan batubara yang tertiup angin juga bisa menimbulkan masalah debu hingga mengakibatkan polusi udara.

Perusahaan tambang akan memilih untuk melindungi batubaranya dari swabakar daripada mereka rugi membiarkan stok batubara tersebut terbakar menjadi abu tak bernilai, dengan menerapkan program treatment chemical batubara semisal coal dust suppressant dan jenis lainnya.

Konsultasi dengan EON Sekarang

Kami siap mendengar dan memberikan solusi chemicals yang tepat untuk Anda. Konsultasi bersama pakar kami gratis!

Mulai Konsultasi
Gambar CTA

Temukan solusi inovatif untuk industri Anda

Solusi Terkait

Tidak ada solusi terkait.