Beranda » Artikel » Metal Coolant – Kimia Pengerjaan Logam

Metal Coolant – Kimia Pengerjaan Logam

metal coolant working fluids

Artikel

Metal coolant atau metalworking fluids adalah cairan yang digunakan dalam proses pengerjaan logam. Misalnya untuk proses pemotongan, pelubangan, pembentukan dan penghalusan logam. Secara singkat bahan kimia ini sering disebut dengan coolant (pendingin), karena fungsi utamanya untuk kontrol suhu agar tidak terjadi kerusakan alat atau bahan logam yang dikerjakan. Selain untuk pendingin, coolant juga berfungsi sebagai lubricant atau pelumas.

Di bawah ini adalah beberapa hal yang sering ditanyakan seputar metal coolant.

Bagaimana cara membuat campuran coolant?
Cara membuat campuran coolant yang benar: Masukkan aquades dalam tangki, kemudian masukkan coolant konsentrat sesuai kebutuhan dan diaduk. Untuk mengingat-ingat, gunakan singkatan OIL (Oil in Last) yang berarti minyak belakangan. Jangan terbalik! Campuran ini sering disebut dengan premix.

Berapa konsentrasi coolant yang pas untuk operasional?
Tidak bisa disamaratakan karena setiap produk dan aplikasi memiliki konsentrasi ideal. Pada konsentrasi ideal, coolant dapat memberikan efek maksimal pada umur tangki, umur peralatan dan hasil kerja. Data konsentrasi dapat dilihat pada brosur.

Jelaskan tentang makeup konsentrasi!
Makeup konsentrasi adalah penambahan volume fluid sampai level minimum. Ini diperlukan karena volume fluid dalam tangki terus berkurang karena terbawa chip, material, penguapan dan lain-lain. Makeup dilakukan agar operasi berjalan dengan baik.

Dengan adanya penguapan, konsentrasi coolant yang ada di tangki menjadi semakin tinggi. Makeup fluid menggunakan konsentrasi yang lebih rendah dari konsentrasi operasi yang direkomendasikan. Contoh, jika emulsi coolant konsentrasinya 5% maka makeup konsentrasi untuk fluid tersebut pada umumnya 2,5% -3%.

Apa itu faktor refractometer?
Faktor refractometer atau refractive index adalah sebuah bilangan pengali, digunakan untuk menentukan konsentrasi coolant. Kalikan hasil pembacaan refractometer dengan faktor refractometer, maka hasilnya adalah konsentrasi aktual coolant (%). Faktor untuk emulsi biasanya 1 maka dalam hal ini faktor refractometer yang terbaca pada alat merupakan nilai konsentrasi fluid. Catatan, nilai faktor refractometer dapat dilihat pada brosur informasi produk.

Mengapa coolant bisa berbau tidak sedap?
Kebanyakan disebabkan oleh bakteri anaerob yang aktivitasnya menghasilkan produk yang mengandung sulfur (H2S). Produk tersebut berbau seperti telur busuk. Akibat lebih lanjut adalah adanya problem korosi.

Pertumbuhan bakteri dapat diminimalisir dengan:

  • Menjaga konsentrasi optimum
  • Housekeeping yang baik (kebersihan sistem)
  • Cegah kontaminasi, buang chip teratur
  • Filtrasi coolant yang baik

Mengapa warna coolant berbeda-beda?
Warna dan bau metal coolant ditentukan oleh bahan baku penyusunnya. Terkadang produsen bahan baku menambahkan pewarna untuk estetika agar lebih menarik. Juga dimaksudkan sebagai penanda, untuk membedakan dengan bahan baku lainnya.

Reff. masterfluidsolutions.com

Konsultasi dengan EON Sekarang

Kami siap mendengar dan memberikan solusi chemicals yang tepat untuk Anda. Konsultasi bersama pakar kami gratis!

Mulai Konsultasi
Gambar CTA

Temukan solusi inovatif untuk industri Anda

Solusi Terkait

Tidak ada solusi terkait.