Beranda » Artikel » Oxygen Scavenger – Sebaiknya Pilih Jenis Sulfite atau Hydrazine?

Oxygen Scavenger – Sebaiknya Pilih Jenis Sulfite atau Hydrazine?

oxygen scavenger

Artikel

Tepat dalam memilih jenis oxygen scavenger adalah kunci sukses untuk hemat biaya. Secara umum, chemical penghilang oksigen ini ada dua jenis, yaitu sulfite dan hydrazine. Masing-masing ada kelebihan dan kelemahannya. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi plant Anda agar hasilnya optimum.

Sebelum membahas karakter sulfite dan hydrazine sebagai oxygen scavenger chemical atau kimia penghilang oksigen, berikut ini adalah beberapa alasan mengapa oksigen harus dihilangkan.

  • Oksigen adalah penyebab utama terjadinya korosi
  • Menyebabkan pitting corrosion, jenis korosi ini dapat menyebabkan kebocoran
  • Korosif terhadap tembaga (Cu), logam yang biasa digunakan untuk panel, gauge dan tubing
  • Oksigen menghancurkan lapisan pelindung ferrous hydroxide dan mengakibatkan korosi
  • Dalam sistem boiler, oksigen perlu dihilangkan sebelum feedwater masuk ke boiler supaya tidak masuk ke fase uap

Baca juga: Jenis Jenis Korosi – Kenali Cirinya, Temukan Solusinya

  • Oksigen harus ditangani karena
    • Meski sedikit, tapi merupakan penyebab korosi yang aktif
    • Korosi naik 2x lipat setiap kenaikan 10 oC
    • Penyebab pitting corrosion sehingga bocor
    • Dalam boiler plant, biasa terjadi di batas air / uap, steam line, condensate line
oxygen scavenger mencegah pitting corrosion

Deaerator tidak bisa menghilangkan oksigen dengan sempurna, karena itu diperlukan treatment oxygen scavanger untuk menurunkan oksigen di bawah 10 ppb untuk mencegah korosi pada boiler atau plant lainnya.

Jenis Oxygen Scavenger
Ada 2 jenis yang biasa digunakan, yaitu: (1) Sulfites, dan (2) Hydrazine

(1) Sulfite
Reaksinya adalah sebagai berikut:

rekasi sodium sulfite
  • Perlu reaksi cepat di bagian pre-boiler, supaya tidak ada oxygen yang masuk ke boiler
  • Untuk mengingkatkan kecepatan reaksinya ditambahkan catalyst cobalt
  • Kecepatan reaksi meningkat dengan peningkatan:
    • Temperature
    • pH
  • Dosis : 10 ppm sodium sulfite untuk 1 ppm dissolved oxygen
  • Injeksi pada tangki dearator atau tangki feedwater (pre-boiler)
  • Jaga residual sulfite pada 30-50 ppm untuk boiler dengan tekanan di bawah 600 psi
residual sulfite yang dibutuhkan

Kelebihan Sulfite

  • Aman dipakai, tidak karsinogen
  • Jenis oxygen scavenger yang lazim digunakan untuk oilfield maupun boiler plant

Kelemahan Sulfite

  • Tidak cocok untuk boiler tekanan tinggi
  • Dengan terbentukanya sodium sulfate, berarti TDS meningkat sehingga blowdown juga meningkat
  • Tidak bisa untuk spray attemperation karena menghasilkan endapan
  • Tidak cocok untuk condensate karena tidak volatile dan menghasilkan endapan
  • Kelebihan dosis sodium bisulfite (cair) menyebabkan turunnya pH
  • Sodium sulfite terdekomposisi pada 600 psig membentuk sulfur dioxide (SO2) dan hydrogen sulfide (H2S)
  • Dekomposisi naik derastis di atas 900 psig
dekomposisi sulfite

(2) Hydrazine

Kelebihan Hydrazine

  • Bisa digunakan pada boiler tekanan tinggi (>600 psi) dan attemperation
  • Tidak menghasilkan dissolved solid (TDS)
  • Tidak terurai menjadi gas korosif
  • Bereaksi dengan ferric oxide dan cupric oxide, membentuk oxide passive yang mengurangi laju korosi
  • Dosis lebih sedikit: 3 bagian hydrazine untuk 1 bagian Oxygen
  • Residual hydrazine yang diperlukan lebih kecil (0.1 – 0.5 ppm)

Kelemahan Hydrazine

  • Di atas 204°C hydrazine terdekomposisi menjadi ammonia yang dapat menyerang tembaga
  • Ammonia dan oksigen sangat korosif terhadap tembaga di condensate line
  • Reaksi lambat
  • Karsinogen

Konsultasi lebih lanjut tentang corrosion inhibitor yang cocok untuk plant Anda, silakan hubungi kami.

Konsultasi dengan EON Sekarang

Kami siap mendengar dan memberikan solusi chemicals yang tepat untuk Anda. Konsultasi bersama pakar kami gratis!

Mulai Konsultasi
Gambar CTA

Temukan solusi inovatif untuk industri Anda

Solusi Terkait

Tidak ada solusi terkait.