Beranda » Artikel » Boiler Monitoring untuk Memastikan Boiler Anda Aman dan Efektif

Boiler Monitoring untuk Memastikan Boiler Anda Aman dan Efektif

boiler monitoring

Artikel

Boiler monitoring adalah aktivitas pengamatan beberapa parameter di sistem boiler untuk memastikan boiler beroperasi dalam keadaan aman dan efektif. Memastikan program boiler water treatment berjalan dengan baik.

Aktivitas boiler monitoring ini perlu disertai dengan analisa data dan langkah-langkah lanjutan jika ada temuan parameter yang tidak sesuai standar. Faktor-faktor penting dalam hal ini meliputi:

  • Batas yang di izinkan
  • Efek jika melampaui batas
  • Sebab melampaui batas
  • Cara memperbaiki
  • Jadwal monitoring

Adapun parameter yang penting untuk boiler monitoring di industri kelapa sawit dan industri lainnya adalah:

boiler monitoring

pH

  • Minimum pH boiler 8.5
  • Maintain pada 9.5 – 11 untuk mencegah korosi
  • Monitor setiap hari dengan pH meter (perlu koreksi temperature)

Alkalinity

  • Maintain minimum 300 ppm Total Alkalinity untuk mencegah korosi
  • Maintain maksimum Total Alkalinity untuk mencegah caustic embrittlement
  • Monitor setiap hari
  • Hydroxide (OH) Alkalinity dibutuhkan untuk phosphate program dan mencegah endapan silica
  • Jika OH alkalinity rendah, tambahkan caustic soda (NaOH)
  • Hydroxide (OH) Alkalinity dibutuhkan untuk phosphate program dan mencegah endapan silica
  • Jika OH Alkalinity rendah, tambahkan caustic soda (NaOH)

Silica

  • Maintain sesuai limit control untuk mencegah endapan silica
  • 1 ppm silica butuh 3 ppm OH Alkalinity

Chloride

  • Cendrung tidak mengendap
  • Paling tepat untuk perhitungan cycle
  • Jika cycle melebihi max cycle, perlu blowdown
  • Monitor setiap hari

TDS

  • Diukur lewat conductivity, atau dengan menimbang solid yang tersisa setelah air menguap
  • Monitor untuk mencegah kerak, carry over, kebutuhan blowdown
  • Jika melampaui limit, perlu meningkatkan continuous blowdown
  • Perlu dimonitor setiap hari

Suspended Solids

  • Diukur dengan menimbang kotoran yang tersisa setelah air difilter, atau lewat turbidity dan visual
  • Menunjukan kebutuhan blowdown
  • Control limit maximum 10% dari TDS

Suspended Solids (SS)

  • Jika hasil boiler monitoring diketahui hanya SS melampaui limit, perlu meningkatkan manual blowdown, dan menurunkan continuous blow down
  • Jika SS dan TDS melampaui limit, perlu meningkatkan manual dan continuous blowdown

Condensate

  • Conductivity
    • Conductivity condensate (kondensat) harus mendekati nol
    • Jika tinggi, menunjukan kontaminasi dari kebocoran atau carry over
    • Analisa air condensate bisa menentukan kebocoran dari mana
    • Jika carry over, condensate akan mengandung semua unsur kimia dari boiler water
  • pH
    • pH condensate harus >8, jika menggunakan neutralizing amine
    • Jika pH<7, tambahkan neutralizing amine
    • Jika menggunakan filming amine, pH bisa <7
  • Fe
    • Kandungan Fe dalam condensate (kondensat) harus di bawah 0.2 ppm
    • >0.2 ppm menunjukan adanya korosi boiler, tambahkan corrosion inhibitor chemicals
    • Kecendrungan terbentuk endapan Fe
    • Monitor condensate water seminggu sekali

Residual Chemical

  • Supaya bekerja residual chemical harus dimaintain sesuai rekomendasi setiap saat
  • Jika rendah, tambahkan chemical
  • Residual chemical perlu diperiksa setiap hari

Sulfite/ Hydrazine

  • Monitor setiap hari
  • Maintain minimum sulfite 20 ppm
  • Maintain hydrazine pada 0.1 – 0.3 ppm

Phosphate

  • Untuk mengendapkan hardness scale sebagai phosphate
  • Kebutuhan phosphate mengikuti jumlah water hardness (sesuai brosur)
  • Jaga residual pada 30-50 ppm (sebagai ortho phosphate)

Untuk info lebih lanjut tentang boiler monitoring atau boiler chemicals silakan hubungi kami.

Konsultasi dengan EON Sekarang

Kami siap mendengar dan memberikan solusi chemicals yang tepat untuk Anda. Konsultasi bersama pakar kami gratis!

Mulai Konsultasi
Gambar CTA

Temukan solusi inovatif untuk industri Anda

Solusi Terkait

Tidak ada solusi terkait.